Anggota Komisi III DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Anggota Komisi III DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution mengaku belum tahu adanya ruko yang dikelola PUD Pasar di Jalan Pandu. Politisi muda Gerindra itu mengatakan, bersama teman-temannya anggota dewan di Komisi III akan segera mengecek ke lapangan.
Disampaikan Mulia, mengingat tata letak keberadaan Ruko di inti Kota, dari sisi ekonomi bahwa nilai sewa dinilai sangat minim sekali. Maka perlu ada evaluasi dari harga sewa. "Apalagi kalau ruko tersebut disewa untuk adanya pergerakan ekonomi dari penyewa. Jadi tidaklah cocok dengan harga tersebut," katanya kepada wartawan Jumat (17/3/2023).
Sebelumnya, pihak manajemen Perusahan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan mengaku masih mengelola 57 unit ruko asset Pemko Medan dengan jumlah sewa hanya sekitar Rp 78.900 sd Rp 361.600 per bulan. Ruko itu terletak di inti Kota Jalan Pandu Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota.
Dari pengakuan Kepala Cabang Sambas PUD Pasar Kota Medan, Ferry kepada wartawan, Kamis (16/3/2023) menyampaikan jika pihaknya ada mengelola ruko 57 unit milik Pemko Medan. Dan saat ini kios tersebut disewakan kepada pihak ke tiga mayoritas Tukang Jahit.
Diketahui Tukang Jahit di Jalan Pandu, terkenal dengan kualitas mewah dan hanya terjangkau bagi warga kelas ekonomi menengah keatas.
Disampaikan Ferry, adapun kontribusi sewa yang diterima dari para penyewa Ruko di Jalan Pandu jumlahnya berpariasi dari Rp 78.900 sampai dengan Rp 361.600 setiap bulannya.
Sedangkan kontribusi kebersihan diterima Rp 11.300 hingga Rp 81.400 per bulan. "Total keseluruhan sekitar Rp 14 juta per bulan," sebutnya.
Ketika wartawan mempertanyakan sejak kapan penetapan harga diatas diberlakukan, Ferry mengaku lupa. "Pak, kalau yang ini saya lupa langsung aja ke Humas," sebutnya. (01)